>
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Friday, March 6, 2015

Lingkungan Bisnis

MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS


DI SUSUN OLEH:

YASIRLI

14.01.3446


D3 TEKNIK INFORMATIKA
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2015/2016



BAB I

ABSTRAK

Toko Online kedapan akan menjadi peluang yang sangat menggiurkan. Dengan Toko Online kita tidak memerlukan biaya besar untuk sewa tempat, memasang etalase dan dan lain sebagainya sebaimana yang kita jumpai pada pembuatan took secara konvensional. Peluang bisnis Toko Online pada tahun ini terus meningkat, hal ini seiring dengan peningkatan pemanfaatan media internet di Indonesia untuk pemasaran produk. Selain karena jumlah pengguna internet yang terus meningkat, berbagai program internet dengan tarif murah yang ditawarkan, juga dikarenakan banyaknya media dan wadah pembelajaran online marketing. Jelas Prospek toko online akan semakin besar.

Monday, March 2, 2015

Lingkungan Teknologi

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI 
(INTERNET)DALAM BIDANG PERIKLANAN





DI SUSUN OLEH
YASIRLI
NIM: 14.01.3446

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2015/2016




I. ABSTRAK
Advertising atau periklanan adalah bentuk komunikasi ke konsumen dengan cara membayar space tertentu dan biasanya mengandung makna persuasive (ajakan). Pada dasarnya iklan telah ada sejak jaman purba. Hal ini bisa dilihat dari lukisan-lukisan di dinding-dinding kota kuno atau bentuk-bentuk barang yang mengandung unsur ajakan terhadap suatu benda, anggur atau makanan misalnya.
Perkembangan teknologi memperkaya kemungkinan cara berkomunikasi, dan pada saat yang sama terjadi perubahan-perubahan mendasar di mana-mana, jungkir baliklah pemahaman orang tentang periklanan.

Lingkungan Hukum

TUGAS KARYA ILMIAH
LINGKUNGAN BISNIS



DI SUSUN OLEH
YASIRLI
NIM: 14.01.3446

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2015/2016



1. Abstrak
Kuliah di Stimik Amikom Yogyakarta dipresentasikan 20% menjadi pengusaha ?
Begitulah yang saya dengar, dan satu impian saya menjadi yang 20% itu.
Peluang usaha adalah sebuah ruang lingkup kehidupan yang sangat erat berkaitan, setiap detik,menit manusia melakukan usaha, walaupun semua usaha bukan hanya berbisnis dengan rupiah.
Bergelut dengan kreasi yang independent dan mandiri . Bisnis adalah suatu pekerjaan yang lama dan harus mencintai kegiatan bisnis tersebut dan bukanlah sebuah kegiatan yang cuma ikut-ikutan dengan orang lain demi mengikuti suatu trend dan gaya hidup semata.

Sunday, March 1, 2015

Lingkungan Pendidikan

TUGAS KARYA ILMIAH
LINGKUNGAN PENDIDIKAN


DI SUSUN OLEH
YASIRLI
NIM: 14.01.3446

JURUSAN D3 TEKNIK INFORMATIKA
2015/2016


BAB I
PENDAHULUAN


Berbagai upaya terobosan tengah dilakukan oleh pemerintah dewasa ini berkaitan dengan mencari dan mengembangkan potensi-potensi yang harus dikuasai oleh guru, yang bertindak sebagai Sumber Daya Manusia yang menjembatani perlembengan ilmu pengetahuan serta teknologi yang harus di transfer kepada peserta didik guna mengembangkan bakat, minat serta potensi yang dimiliki peserta didik sehingga kelak kemudian hari mampu mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai potensi yang dikuasai sehingga pembangunan pendidikan nasional dapat terwujud dengan sempurna karena di isi oleh generasi muda yang berkualitas. Dalam hal ini bahwa pembangunan sumber daya manusia mempunyai peranann yang sangat penting bagi kesuksesan dan keseimbangan pembangunan nasional yang telah digariskan, pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prioritas yang harus diperhatikan dan dirancang sedemikian rupa serta berdasarkan pemikiran yang matang untuk mengimbangi lajunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang mendunia.

Monday, September 29, 2014

Jurnal Tolkien


JURNAL KOMUNIKASI DATA 

DOSEN: EMILYA ULLY ARTHA, M.Kom 




DI SUSUN OLEH: 

YASIRLI 
NIM: 14.01.3446 

JURUSAN D3 TEKNIK INFORMATIKA 
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 

2014/2015 


Wednesday, January 8, 2014

DINASTI FATIMIAH

DINASTI FATIMIAH (297 H - 322 H / 910 M - 934 M)

Oleh: Yasirli
Nim: 411206668

A. PENDAHULUAN
Dinasti Fatimiah merupakan sebuah dinasti yang didirikan di benua Afrika pada penghujung tahung 200 san Hijriah atau sekitar tahun 910 Masehi, dinasti ini berpahaman syiah, dari permulaan pembentukannya dinasti ini bertujuan untuk menjalankan ideologi syiah dan ingin melepaskan diri dari kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad yang berideologi Sunnah.

Kondisi politik dunia Islam ketika Dinasti Fatimiah didirikan agak sedikit tidak terkendali, hal ini bisa di lihat dengan munculnya banyak dinasti-dinasti kecil di berbagai belahan dunia baik di timur dan barat Baghdad. Dinataranya Dinasti Tahiri (200 H-259 H / 820 M-872 M), Dinasti Safari (254 H-289 H / 867 M-903 M), Dinasti Samani (261 H-389 H / 874 M-999 M), Dinasti Ghazwani, di barat Baghdad ada Dinasti Idrisi di Maroko (172 H-375 H / 788 M-985 M), Dinasti Aghlabi (184 H-296 H / 800 M-908 M), Dinasti Thulun di Mesir (254 H-292 H / 868 M-967 M), Dinasti Ikhsyidi (323 H- 357 H / 934 M-967 M), Dinasti Hamdaniah (317 H – 399 H / 929 M – 1009 M).



Pada akhir tahun 200 san Hijriah negara dunia Islam di pimpin oleh 3 khalifah besar yaitu Khalifah Abbasiah di Baghdad, Khalifah Umawiyah di Qurdova Spanyol dan khalifah Fatimiah di Mesir, kondisi seperti ini membuat Daulah Islamiyah agak lemah, hal ini terlihat kaum Salip telah merebut bebrapa Negara Islam seperti Palestin pada sekitar tahun 450 H.

Ketika Dinasti Buwaih (320 H – 447 H / 932 M – 1055 M) menguasai Bagdad maka Daulah Fatimiah di Maroko semakin kuat bahkan mereka berkeinginan untuk menaklukan Mesir, hal ini di karenakan keluarga istana Buwaih lebih cenderung ke ideologi syiah dan menganggap bani Abbas telah merebut jabatan kekhalifahan dari tangan mereka.

Semenjak dilantik bani Umaiyah sebagai khalifah kemudian di ikuti dengan Bani Abbas maka banyak sekali pengikut syiah berlarian ketimur, barat dan ke berbagai Negara Islam untuk menyelamat diri dari hal-hal yang tidak diinginkan, sebahagiannya mereka pergi ke Maroko, Mesir dan menetap disana.

Setelah lama menetap di negara pelariannya, kaum Syiah mulai meyebarkan pengaruhnya melalui ideologi yang mereka bawa, sehingga mereka mempunyai kumpulan tersendiri sebagaimana penduduk tempatan yang kebanyakannya kaum Sunni. Di Maroko kumpulan ini di kenal dengan Idrisiah yang kemudiannya berhasil mendirikan Daulah Idrisiah (175H – 375H / 792 M – 889 M). namun mereka tidak menamakan pemimpinnya sebagai Khalifah.

B. PEMBAHASAN

1. Pembentukan Daulah Fatimiah2 (297 H – 322 H / 910 M – 934 M)
Dinasti Fatimiah didirikan oleh Ubaidillah Al Mahdi Abu Muhammad, beliau di lantik pada tahun 297 di Qairawan3 Maroko. Nama lengkapnya Ubaidillah, beliau bermazhab Syiah Isma'iliyah4 berasal dari Irak, dilahirkan di Kuffah tahun 260 H / 874 M. Pribadinya agak bermasalah dan tidak konsisten dalam pengamalan agama5, namun ada juga yang memujinya6. Daulah Fatimiah ini pada mulanya berpusat di Maroko kemudian berpindah ke Mesir.

Sebelum pembentukan daulah, orang-orang syiah melakukan seruan secara rahasia dan mengajak masyarakat untuk mengangkat seorang khalifah yang mereka beritakan berasal dari keturunan Ja'far Shadiq cucu Ali bin Abi Thalib tetapi kebanyakan golongan sunni meragui garis keturunan Ubaidillah Al Mahdi berasal dari keturunan Ali bin Abi Tahlib7, mereka mengatakan bahwa khalifah yang sebenarnya dan yang berhak memerintah Daulah Islamiayh adalah Ubaidillah Al Mahdi dari keturunan Ali bin Abi Tahlib, seruan ini akhirnya meraih kemenangan, oleh sebab itu mereka menamakan pemerintahan tersebut sebagai Daulah Fatimiah sebagai sandaran kepada fatimah binti Muhammad Saw .

2. Daulah Fatimiah Di Maroko
Ketika Ubaidillah Al Mahdi sampai di Maroko kelompok syiah Idrisiah langsung menyambutnya dan membaiat sebagai khalifah dengan ibu kotanya Al Manshuriah. Pada tanggal 4 rabiul Akhir tahun 298 H / 911 M pengumuman pendirian Daulah Fatimiah dibuat diatas mimbar sebagai bertanda berakhirnya Daulah Aghlabiah8 (184 H-296 H / 800 M-908 M), di Negara tersebut dan Ubaidillah Al Mahdi digelar Amirul Mukminin.

Daulah Fatimiah bertahan di Maroko selam 24 tahun yang di pimpin oleh 4 orang khalifah yaitu :
1.Al Mahdi Ubaidillah di Maroko pada tahun 297 H - 322 H.
2.Al Qaim bi Amrillah Muhammad pada tahun 322 H - 323 H
3.Al Manshur Ismail pada tahun 233 H – 341 H.
4.Al Muiz linillah pada tahun 341 H – 362 H.

Namun Al Muiz linillah tidak menetap lama di negara tesebut kerena berpindah ke Mesir atas alasan keamanan

3. Daulah Fatimiah Di Mesir
Semenjak permulaan Islam orang-orang Mesir sangat menyukai Ali bin Abi Thalib. Ini dibuktikan dengan sikap mereka yang berada di pihak Ali ketika peristiwa pembunuhan Khalifah Usman bin Affan. Maka tidak heran sebahagian penduduknya agak condong kearah pemikiran syiah. Hal ini mengikut irama perkembangan zaman, jika pemerintah mereka dipimpin oleh orang syiah maka kekuatan syiah di masyarakat semakin kuat dan begitulah sebaliknya. Kaum syiah berada di Mesir sebelum berdirinya daulah Fatimiah9.

Ketika Daulah Abbasiah di Baghdad di kuasai oleh bani Buwaih yang agak loyal ke pemahaman syiah, maka pemahaman syiah di mesir mulai mendapat angin segar di kalangan masyarakat. Keadaan seperti ini menjadi modal dasar bagi Al Mu'iz Lidinillah membentuk daulah Fatimiah yang saat itu masih dikuasaai oleh Bani Thulun10.

4. Penaklukan Mesir
Upaya untuk menakluki Mesir sudah dimulai semenjak tahun 301 H / 913 M namun masih gagal tetapi pada tahun 358 H / 969 M Al Mu'iz Lidinillah menyiapkan 100.000 pasukan bahkan lebih, termasuk pasukan berkuda dan kapal laut, pasukan yang dikomandoi oleh Jauhar Siqli langsung menuju Iskandariah tanpa perlawanan penduduk tempatan. Ketika hal ini diketahui oleh orang-orang Fusthath, mereka mengirim utusan untuk diadakan negosiasi damai dengan panglima Jauhar Siqli, akhirnya panglima berjanji bahwa setiap orang Mesir bebas mengamalkan keyakinan agama dan mazhab mereka masing-masing dan berjanji akan memberikan keadilan dan perbaikan melalui kutipan pajak.

Sesudah itu panglima Jauhar Siqli membuat persiapan untuk mendirikan Daulah Fatimiah dengan membuat penempatan tentara dan keperluan lainnya termasuk mendirikan Masjid yang kemudiannya dikembangkan menjadi universitas Al Azhar.

Setelah keadaan agak tenang panglima Jauhar Siqli meminta pada khalifah Al Mu'iz Lidinillah untuk segera datang ke Mesir11 dengan ibu kotanya Kairo12 pada tahun 361 H13. Seiring dengan itu diaturlah strategi pemerintahan yang lebih loyal ke arah syiah serta memperbaiki ekonomi Mesir yang saat itu agak bermasalah, lalu Al Mu'iz Lidinillah membuat peraturan tentang perpajakan dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, keadaan ini membuat rakyat agak senang walau dalam kebijakan keagamaan terdapat banyak kontroversi. Maka mulailah aliran syiah di taburkan dengan leluasa dan dihilangkannya pengaruh Abbasiah yang sunni.

Daulah Fatimiah di Mesir bertahan hingga 11 khalifah dari pembentukannya tahun 297 H hingga masa keruntuhannya pada tahun 567 H. sebagai mana kutipan berikut:
1.Al Muiz linillah Maad mulai tahun 362 H – 365 H.
2.Al Aziz Nazzar hingga 365 H – 386 H.
3.Al Hakim bi Amrillah Manshur hingga 386 H – 411 H.
4.Azh zhahir li I'zaz dinillah hingga 411 H – 428 H
5.Al Mustanshir Maad hingga 428 H – 487 H
6.Al Musta'li Billah Ahmad hingga 487 H – 495 H
7.Al Amir Bi Ahkamillah Manshur 495 H – 524 H
8.Al hafizh lidinillah Abdullah 524 H – 544 H
9.Azh Zhafir billah Ismail 544 H – 549 H
10.Al Faiz Billah Ismail 549 H – 555 H
11.Al adhid lidinillah Abdullah Yusuf 555 H – 567 H14

5. Daerah Kekuasaan Daulah Fatimiah
Daerah Kekuasaannya di Afrika meliputi Maroko, Tunisia, Mesir, di Asia meliputi Syiria, Yordania, Hijaj15. Ada pendapat yang mengatakan kekuasaannya juga meliputi Mekah, Madinah namun penulis belum menemukan data sejarah tentang hal tersebut. Untuk lebih jelasnya silakan lihat peta di bawah ini yang penulis download dari web: www.islamonline.net.

Peta Perbatasan Daulah Fatimiah

6. Keruntuhan Daulah Fatimiah
Pada tahun 558 H/1163 M, panglima Asasuddin Shirkuh16 membawa Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menundukkan Daulat Fatimiyah di Mesir. Usahanya berhasil. Khalifah Daulat Fatimiyah terakhir Adhid Lidinillah dipaksa oleh Asasuddin Syirkuh untuk menandatangani perjanjian. Akan tetapi, Wazir besarnya Shawar merasa iri melihat kekuasan Syirkuh semakin besar. Dengan sembunyi-sembunyi Shawar pergi ke Baitul Maqdis, meminta bantuan pasukan Salib untuk menghalau Syirkuh dari Mesir.
Pasukan Salib yang dipimpin oleh Raja Almeric dari Jerussalem menerima permintaan tersebut. Maka terjadilah pertempuran antara pasukan Asasuddin Shirkuh dengan Raja Almeric yang berakhir dengan kekalahan Asasuddin Shirkuh.
Setelah menerima syarat damai dari kaum Salib, panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin diperbolehkan pulang ke Damsyik. Kerjasama Wazir besar Shawar dengan orang kafir itu telah menimbulkan kemarahan raja Nuruddin Zanki17 dan para pemimpin Islam lainnya termasuk raja Baghdad. Lalu dipersiapkannya tentara besar yang tetap dipimpin oleh panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menghukum si pengkhianat Shawar.
Panglima Asasuddin Shirkuh dan Shalahuddin mulai maju ke ibu kota Kairo dan mendapat tentangan dari pasukan Wazir Shawar. Akan tetapi pasukan Shawar hanya dapat bertahan sebentar, dia sendiri melarikan diri dan bersembunyi. Suatu hari panglima Shalahuddin Al-Ayyubi berziarah ke makam orang shaleh di Mesir, ternyata Wazir Besar Shawar dijumpai bersembunyi di situ. Shalahuddin segera menangkap dan dibawanya ke istana untuk dihukum mati.
7. Sebab-Sebab Kehancuran Daulah Fatimiyah
Banyak sekali sebab-sebab yang membawa hancurnya Daulah fatimiah di Mesir, namun penulis hanya menyebutnya beberapa sebab penting saja, seperti berikut:
a)Penyerangan yang dilakukan oleh Salahuddin Al Ayubi telah membawa Daulah fatimiah tutup buku, sebagaimana yang telah penulis jelaskan diatas.
b)Munculnya ulama-ulama besar seperti Abu Ishaq Asy Syairazi, Ibnu Jauzi dan lain-lain dalam memberi peringatan tentang bahaya ideologi Syiah18
c)Kembali Khilafah Abbasiah berpegang pada Al Qur'an dan Sunnah dimana sebelumnya yang berkuasa adalah Dinasti Buwaih berfaham Syiah (320 H – 447 H).19
d)Perlawanan masyarakat Mesir yang semakin meluas terhadap ajaran Syiah yang di bawa oleh Daulah Fatimiah20
e)Khilafah Abbasiah Al Qadir billah Amirul Mukminin pada tahun 480 H meminta Fuaqaha' Mukatazilah bertaubat dan melarang mereka mempelajari hal-hal yang bertentangan dengan Islam, termasuk juga melarang masyarakat berideologi seperti Syiah serta menjauhkan diri dari perbuatan bid'ah21
f)Penangkapan pengikut Syiah, Qaramithah dan di umumkan diatas mimbar tentang kesesatan pahaman tersebut22
g)Seruan dan taktik yang di buat oleh khalifah semakin membuat bani Buwaih tertekan dan lemah, sehingga membuat kekuatan Syiah berada pada taraf yang sangat lemah23

8. Politik Daulah Fatimiah
Pemahaman syiah pada masa Daulah Fatimiah sangatlah kental terlihat dalam kebijakan politik kenegaraannya, mereka menguatkan pendapat yang sesuia dengan mazhab syiah dan mendahulukan pengamalan agama dengan mengikut pendapat para imamnya dari pendapat para imam sunni, walaupun kebanyakan penduduk Mesir Saat itu bermazhab sunnah.

Ya'qub bin Kalas seorang wazir24 pada pemerintahan Fatimiah menyusun sebuah kitab fiqh25 yang disusun berdasarkan mazhab Syiah Isma'iliyah26 dengan arahan langsung khalifah Al Mu'iz Lidinillah yang berkuasa saat itu. Kitab ini dijadikan sebagai pedoman dalam memustuskan perkara di pengadilan dan fatwa lainnya. Sehingga siapa saja yang menjadi qadhi mesti berpodoman pada kitab ini.

Al Mu'iz Lidinillah memerintahkan bawahannya agar di buat rumah khusus disamping universitas Al Azhar untuk pelatihan dalam rangka memahami kitab tersebut. Wazirnya di perintahkan untuk mendatangkan para fuqaha' yang saat itu berjumlah 35 orang kemudian di beri fasilitas dan gaji yang mencukupi27, bukan hanya itu para fuqaha' juga di sediakan tunjangan hari raya dan fasilitas di istana untuk tujuan mengajarkan kitab tersebut kepada masyarakat. Semua itu sebagai motivasi kepada para du'ah yang memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai kitab tersebut dan seluruh biaya tersebut di tanggung oleh khalifah. Sebab khalifah tau bahwa pemerintahannya akan bertahan lama jika ilmu tersebut disebarkan pada masyarakat28.

9. Kemajuan Pada Masa Daulah Fatimiah
Diantara kemajuan yang dicapai Daulah Fatimiah seperti berikut:

a) Bidang kebudayaan dan Keagamaan
Menjadikan mesjid sebagai tempat pendidikan agama walaupun yang dimaksud untuk mengembangkan ideology mereka. Ada sebuah mesjid yang yang kemudiannya menjadi universitas Al Azhar. Khalifah juga membiayai para fuqaha dan du'ah yang menyebarkan ilmu pengetahuan. Hai ini membuktikan bahwa khalifah mencintai ilmu dan suka pada kemajuan.

b) Universitas Islam Al Azhar Kairo
Jami Al Azhar didirikan bersamaan dengan masuknya kekuasaan Fatimiyin di Kairo, tepatnya setelah beberapa bulan kekuatan fatimiyin memasuki Kairo, pembangunan jami Al Azhar memakan waktu kurang lebih dua tahun, yang kemudian dibuka secara resmi oleh Jauhar al Shaqali29 dengan shalat jumat pada tanggal 7 Ramadhan 361 H / 21 Juni 972 M. Sedang Al Muiz Lidinillah baru datang dari Maroko masuk Kairo setahun kemudian.

Jami Al Azhar mempunyai penghargaan tersendiri dari para khalifah fatimiyin, dibalik itu mereka ingin menjadikannya markas penyebaran faham syiah. Di sekitarnya dibangun rumah bagi mereka yang mengajar pada Al azhar, dari sinilah dimulainya pengajaran di jami Al Azhar.

Dalam blantika dunia keilmuan, Al Azhar merupakan universitas tertua, tidak hanya di dunia Islam, namun di seluruh dunia. Karena universitas-universitas di Amerika dan Eropa baru didirikan dua abad setelah berdirinya Al Azhar, seperti Universitas Paris didirikan pada abad ke-12 Masehi, Universitas Oxford di Inggris pada abad ke-13, demikian juga universitas-universitas Eropa lainnya. Universitas yang mengimbangi Al Azhar dari segi sejarahnya adalah Universitas Qarawain di Kota Fas Maroko, bahkan ada yang mengatakan bahwa Jami Al Qarawain adalah Universitas tertua di dunia, karena pengajarannya sudah bermula sejak didirikannya yaitu sejak tahun 245 H/ 859 M. dan sampai sekarang masih eksis.

Al Azhar merupakan Univesitas pertama yang para pengajarnya didanai oleh negara, serta posisi Mesir yang strategis di tengah dunia Islam, menjadikan Al Azhar tempat tujuan menimba ilmu agama dari para masyayikhnya, hanya saja besarnya kedudukan Al Azhar bukan karena tertua atau tidaknya, namun karena mutunya yang unggul.

Dalam kekuasaan daulah Fatimiah Jami Al Azhar mengalami beberapa kali renovasi, seperti pada masa al Hakim Biamrillah, al Mustanshir Billah, dan Al Hafidz Lidinillah. Terlihat hingga sekarang hasil renovasi yang dilakukan oleh Al Hafidz Lidinillah dengan peninggalannya qubah yang dihiasi dengan tulisan ayat-ayat Al Quran dengan khath kufi dan bermacam-macam hiasan yang indah.

Kekuasaan khilafah fathimiyah berakhir dengan khalifahnya Al Adhid Lidinillah, setelah meniggalnya khalifah Al Adhid Lidinillah tahun 567 H/ 12 September 1171 M, Shalahuddin Al Ayyubi ( wazirnya ) memegang tampuk kekuasaan Mesir, dari sinilah berakhirnya kekuasaan fathimiyin di Mesir dan mulai berkuasanya Keluarga Ayyubiyyin. Pada masa Shalahuddin, dihapuslah madzhab syiah dari Mesir dan diganti dengan madzhab sunni.

c) Bidang Syair
Melahirkan beberapa orang yang pakar dalam syair seperti Ibnu Hani', Abu Abdullah Muhammad bin Abi Jarah, Abdul Wahab bin Nashir Al Maliki, Abu Abbas Ahmad bin Mufrij, Imarah Yamani

d) Bidang Prosa
Melahirkan beberapa kitab terkenal seperti Al A'kdul Farid oleh Ibnu Abdi Rabbihi w. 328H, kitab Al Aghani oleh Abi Al Faraj Al Ashfihani w. 356H, Rasail oleh badi'uzzaman Al Hamzani w. 398H.

e) Bidang Sastra
Kitab Yatimah Ad Dahri oleh Abu Manshur As Sa'alabi w.429H, kitab Saqthu Azh Zhand, Al Luzumiyat oleh Abu Ula Al Ma'kri w.449.
Ibnu Sina30 Filosof terkenal diantara kitab dalam ilmu kedoktoran, logika, filsafat31
Beliau pengikut setia syiah yang memerintah

f) Bidang Filsafah
Melahirkan beberapa filosof terkenal sperti Abu Al Hatim Ar Razi,Abu Abdullah An Nusfi, Abu Yakqub As sajazi, Abu Hanifah Nukman Al Maghribi, Jakfar bin Manshur Al Yamani, hamiduddin al Karmani, Al Muayyid fi dinillah Asy Syairazi.

g) Bidang Kedoktoran
Abu Hasan Ali bin Ridwan

h) Bidang Matematika
Abu Ali Muhammad bin Hasan bin Haisam

i) Bidang Sejarah
Abu Hasan Ali Syabasyti, Abu Shaleh Armani, Muhammad bin Abu Qasim Al Masbaji, Usamah bin Munqiz.

10. Lembaran hitam Daulah Fatimiah
a)Pada permulaan ketadangan ke Maroko Khalifah Ubaidillah Al Mahdi di gambar sebagai Imam mahdi yang di tunggu-tunggu, hal ini banyak sekali memberi pengaruh positif dari masyarakat terhadap dirinya, namun klaimnya sebagai imam mahdi tidak terbukti.
b)Tahun 372 Daulah Fatimiah meniadakan shalat terawih semua daerah di Mesir. Namun kemudiannya di izinkan lagi setelah terjadi perselisihan32.
c)Tahun 381 Daulah Fatimiah menghukum orang yang kedapatan kitab Muatha' Imam Malik
d)Tahun 391 Daulah Fatimiah menangkap dan di kurung orang yang ketika di tanya tentang Ali bin Abi Thalib tetapi ia menjawab tidak tahu.
e)Tahun 393 Daulah Fatimiah memukul dan mengurung selama 3 hari karena mereka shalat dhuha.
f)Tahun 400 san banyak sekali pembunuhan para ulama dan orang shaleh33.
g)Tahun 564 Daulah Fatimiah mengubah kebijakan dengan mendirikan madrasah untuk mazhab Syafi'i dan Maliki serta mengalihkan dari syiah kepada sunnah yang saat itu kebanyakannya bermazhab Syafi'i dan Maliki, sedangkan mazhab syiah masih berjalan namun secara sembunyi-sembunyi34.

C. PENUTUP
Jika kita menelusuri sejarah tentang Daulah Fatimiah maka kita akan menemukan 2 pendapat yang berbeda dalam cara melihatnya, yang pertama di wakili oleh Syiah dan yang kedua oleh Sunnah, orang syi'i yakin daulah ini membawa keadilan dan kemakmuran sedangkan orang Sunni melihat daulah ini membawa petaka dan keburukan. Hal ini terlihat dengan dalam kedua kitab kelompok tersebut yang saling memuji dan mencaci, sebagai contoh penamaan daulah ini dimana kelompok syiah menyebut dengan nama Daulah Fatimiah sedangkan kelompok sunnah menamakan Daulah Ubaidiah sebab orang Sunni menganggap tidak saheh silsilah keturunan Ubaidillah Al Mahdi sebagi pendiri daulah tersebut.

Setelah kita menelusuri sejarah Dinasti Fatimiah mulai dari masa pendirinya Ubaidillah Al Mahdi sehingga masa Al Adhidh, maka kita dapat menyimpulkan bahwa Ninasti Fatimiah ini merupakan dinasti pertama dalam Islam yang mengembangkan hal-hal yang baru dalam Islam35 seperti perayaan maulid Nabi Muhammad Saw, Maulid Ali, Hasan, Husen, juga perayaan nisfu sya'ban, israk mikraj, tahun baru, akhir tahun, perayaan Karbala dan sebagainya.

Masa ketika Dinasti Fatimiah berkuasa merupakan masa ditengah pesatnya berkembang berbagai aliran Kebathinan, Syiah dan Muktazilah, maka tidak heran jika saat itu umat Islam terpecah belah dan dengan beraninya membuat daulah sendiri menurut pemikiran yang mereka yakini. Oleh itu lahirlah berbagai dinasti-dinasti kecil di timur dan di barat Baghdad sebagai mana penulis sebutkan pada pendahuluan dan yang paling merugikan umat Islam ketika itu adalah direbutnya Baitul Maqdis Kiblat pertama umat Islam oleh tentara Salib.

Setelah khilafah Abbasiah kembali berpegang pada Al Qur'an dan Sunnah serta mengikuti jejak Salafus Shaleh maka umat Islam kembali bangkit dan dapat menyatukan negeri-negeri yang sebelumnya memisahkan diri sekalipun tidak semuanya dapat disatukan sebagaimana sebelumnya berada di bawah satu khilafah. Hal ini membuktikan bahwa sejarah umat Islam akan jaya jika mereka berpegang teguh pada Al Qur'an dan As Sunnah, sejauh mana umat Islam berpegang pada keduanya sejauh itulah kejayaan akan mereka peroleh.

DAFTAR PUSTAKA

As Sayuthi, Tarikh Kulafa, Tahqiq Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Cetakan Sa'adah Mesir: tahun 1952 M
Ali Muhammad Ash Shalabi, Dr, Daulah Fatimiah, http://slaaby.com/
Az Zahabi, Sirrun Nubala' Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Az Zahabi, Sirru Aklamin Nubala', Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Az Zahabi, Tarikhul Islam, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Ibnu Asir, Al Kamil Fit Tarikh, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Ibu Khaldun, Tarikh Ibu Khaldun, cetakan Bairut Lubnan, tanpa tahun.
Ibnu Katsir, Bidayah wan Nihayah, Cetakan Darul Ihya At Turas Al Arabi, tanpa tahun
Ibnu Jauzi, Al Muntazam, Darus Shadir Bairut, tahun 1358 H.
Ibnu Qaim Al Jauziah, Ighasul Lahfan, , Tahqiq Muhammad Hamid Al Faqi, Cetakan Darul Makrifah Bairut: tahun 1975 M.
Ibnu Thawus, An Nujum Adhahirah Fi Muluki Mirsa wal Qahirah, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Mir'atur Jinan, Abu Muhammad Al Yamani Al Yafi'i, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Maqrizi, Al Mawaizh wal Iktibar, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2
Maqrizi, Ittiazhul Hunafa' bi Akhbaril A'immatil Fatimiyin, Tahqiq Jmaluddin Syial dan Muhammad Hilmi, Cetakan Al Majlisul Akla Lisy Syu'unil Islamiyah Kairo: tahun 1993.
Al Wafi Fil Wafiat, Maktabah Syamilah, cetakan ke 2

Wednesday, November 27, 2013

Prinsip-Prinsip Komunikasi Pendidikan


DI
S
U
S
U
N

OLEH: YASIRLI  (411206668)
DOSEN PEMBIMBING: RAFENDI, S.Ag, M.Pd

 

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
2012



DAFTAR ISI

BAB 1
PENDAHULUAN 1
1. Latar Belakang 1

BAB II
PEMBAHASAN 2
A. Ruang Lingkup dan Unsur-Unsur Komunikasi 2
B. Komunikasi Dalam Pendidikan 3
C. Prinsip-Prinsip Komunikasi Pendidikan 3
D. Prinsip Komunikasi Efektif dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak 7
BAB III
PENUTUP 12
Kesimpulan 12

DAFTAR PUSTAKA 13







i



BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
            Orang yang masih hidup tidak mungkin akan lepas dari komunikasi walaupun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi. Komunikasi terjadi dalam hampir setiap kegiatan manusia. Untuk lebih tegas dapat dikatakan bahwa banyak kegiatan manusia yang hanya bisa terjadi dengan bantuan komunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain, baik langsung maupun tidak langsung, secara tertulis, lisan maupun bahasa nonverbal.
            Komunikasi dalam pendidikan merupakan unsur yang sangat penting kedudukannya, bahkan ia sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang bersangkutan. Orang sering berkata bahwa tinggi rendahnya suatu capaian mutu pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi ini, khususnya komunikasi pendidikan.
Didalam pelaksanaan pendidikan formal (pendidikan melalui sekolah), tampak jelas adanya peran komunikasi yang sangat menonjol. Proses belajar mengajarnya sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik komunikasi yang berlangsung secara intra persona maupun secara antar persona.
Oleh karena itu, penting bagi kita menjadi trampil berkomunikasi, dan mengetahui prinsip-prisip komunikasi baik didalam pendidikan maupu dimasyarakat.
Akhirnya, semoga pembahasan kami berikut ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Ruang Lingkup dan Unsur-Unsur Komunikasi
            Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan peristiwa komunikasi di mana-mana. Seorang anak misalnya diminta menyalakan lampu dengan menekan tombol listrik. Hubungan antara tombol dengan balon lampu juga adalah peristiwa komunikasi. Bahkan dalam diri manusia terdapat peristiwa komunikasi, misalnya bagaimana hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya sehingga manusia bias bernafas, berdiri tegak dan lain sebagainya. Persoalannya apakah peristiwa di atas yang kita maksud dalam studi komunikasi di sini bukan komunikasi listrik atau bukan komunikasi anatomi tubuh, melainkan komunikasi insane ( human communication ) atau biasa di sebut komunikasi antar manusia. Suatu bentuk komunikasi yang dilakukan oleh manusia yang satu dengan manusia lainnya yang menjadi kajian ilmu social atau ilmu kemasyarakatan.
            Dalam ruang lingkup yang lebih terinci, komunikasi menggambarkan bagimana seorang menyampaikan suatu lewat bahasa atau simbol–simbol tertentu kepada orang lain. Bagaimana seorang politikus berkampanye di depan massa sehingga mampu menarik pendukung. Bagaimana seorang bintang film, pengarang , ilmuwan merebut penggemar karena kemampuannya menggunakan media komunikasi seperti surat kabar, radio, televise, dan film. Jelasnya, semua contoh-contoh seperti di atas adalah peristiwa komunikasi antar manusia. Di mana manusia sebagai pelaku utamanya, baik berlangsung secara tatap muka maupun melalui media. Karena itu disebut komunikasi insane ( human communication ) atau lebih popular dengan nama komunikasi antar manusia.
Seorang mahasiswa misalnya duduk sendirian membaca buku atau mendengar siaran radio dalam kamar akan menimbulkan pertanyaan, apakah peristiwa seperti ini dapat digololongkan sebagai komunikasi antar manusia. Jawabnya tentu saja “ya“, sebab si mahasiswa mengikuti pesan-pesan yang di buat oleh manusia dan ditujukan kepada manusia lewat buku dan radio, meski tanpa ditemani oleh orang lain.
B. Komunikasi Dalam Pendidikan
            Berbicara tentang pendidikan, kita tidak bisa melepaskan diri dari kualitas pendidikan. Ketika berbicara masalah kualitas pendidikan maka inilah masalah terbesar dalam dunia pendidikan kita. Seperti yang kita ketahui bersama, metode pendidikan mengalami beberapa perubahan. Bahkan ada anggapan bahwa jika Menteri Pendidikan berganti maka metode pendidikannya juga berubah.
Pada dasarnya dunia pendidikan adalah dunia yang terbuka dalam arti membutuhkan bantuan dari berbagai disiplin ilmu, tidak terkecuali ilmu komunikasi. Dengan demikian diharapkan kontribusi disiplin ilmu lain dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Karena masalah kualitas merupakan masalah krusial yang ada dalam dunia pendidikan di negeri kita, maka bantuan disiplin ilmu komunikasi diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan kita.
            Pendidikan pada hakikatnya memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi-potensi individu secara optimal. Pengembangan potensi-potensi itu pada umumnya bersifat normative dalam arti mengacu apada norma-norma kedewasaan sehingga dalam pendidikan dikenal dengan apa yang dianggap baik dan buruk, apa yang diyakini benar dan salah, apa yang dipandang sebagai membangun dan merusak. Pengembangan potensi itu merujuk pada potensi alamiah yang unggul termasuk di sini adalah kecerdasan intelegensia, bakat, kreativitas dan kecenderungan alamiah untuk mengembangkan diri sebagai individu serta tumbuh bersama manusia lainnya.

C. Prinsip-prinsip Komunikasi Pendidikan
            Orang yang masih hidup tidak mungkin akan lepas dari komunikasi walaupun bukan berarti semua perilaku adalah komunikasi, komunikasi ada dimana-mana: di rumah, di kampus, di kantor dan dimasjid; bahkan ia sanggup menyentuh segala aspek kehidupan kita (Jalaluddin Rakhmat, 1985). Artinya, hamper seluruh kegiatan manusia, dimanapun adanya, selalu tersentuh oleh komunikasi.
            Bidang pendidikan misalnya, tidak bisa berjalan tanpa dukungan komunikasi, bahkan pendidikan hanya bisa berjalan melalui komunikasi (Jourdan, 1984:74), dengan kata lain, tidak ada perilaku pendidikan yang tidak dilahirkan oleh komunikasi. Bagaimana mungkin mendidik manusia tanpa berkomunikasi, mengajar orang tanpa berkomunikasi, atau member kuliyah tanpa berbicara. Semuanya membutuhkan komunikasi.
Disamping itu, komunikasi juga berfungsi mendidik masyarakat, mendidik setiap orang dalam menuju pencapaian kedewasaannya bermandiri. Seseorang bisa banyak tahu karena banyak mendengar, banyak membaca, dan banyak berkomunikasi.
Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik
Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan.
2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.
3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.
4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan
 (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai)
5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.
6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
7 : Komunikasi itu bersifat sistemik
Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.
8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi
Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.
9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.
10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.
11 : komunikasi bersifat irreversible
Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut.
12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.


D. Prinsip Komunikasi Efektif dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak

1). Guru memberikan kebebasan anak untuk berkreasi, anak terpacu untuk membuat karya unik
2). Guru menerima berbagai jawaban anak terhadap pertanyaan tertentu, anak belajar berpikir luas
3). Guru menerangkan materi dengan sudut pandang yang unik, anak terpacu rasa ingin tahu
4). Guru memberikan penjelasan awal secara jelas sebelum anak memulai pekerjaannya, anak mendapat pengetahuan awal secara efektif.
5). Guru menggunakan alat peraga, anak mempunyai modal pengetahuan awal yang lebih terbayang
6). Guru menerangkan dengan eksperimen, anak terpacu rasa ingin tahunya dan belajar mengamati terjadinya suatu fenomena
7). Guru memberikan ulasan dan kesimpulan terhadap apa yang dikerjakan anak, anak memahami maksud pekerjaan dan berpikir secara utuh
8). Guru mengaitkan isi cerita dengan fenomena yang pernah dilihat anak, anak belajar berpikir mengaitkan satu hal dengan hal lain.
9). Guru memberikan kesempatan anak untuk bercerita, anak belajar mengungkapkan gagasan secara lebih terstruktur
10). Guru membimbing anak tampil didepan forum, anak belajar berani berkreasi didepan orang banyak
11). Guru melakukan pendampingan secara pribadi kepada anak, anak memiliki keamanan psikologis untuk berkreasi
12). Guru melayani pertanyaan-pertanyaan anak, anak nyaman untuk berpendapat dan terpuaskan rasa ingin tahunya
13). Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba lagi, anak belajar menyelesaikan pekerjaan dengan berbagai inovasi baru
14). Guru menjalin kedekatan, anak memiliki rasa aman secara psikologis untuk berkreasi
15). Guru melibatkan anak secara efektif dalam belajar, anak merasa ikut memiliki dan tumbuh minat belajarnya
16). Guru melibatkan diri dalam kegiatan anak, anak lebih bersemangat dalam berkreasi
17). Guru menciptakan suasana menyenangkan, anak menyenagi materi dan memiliki kepuasan pribadi dalam berkreasi
18). Guru menciptakan suasana bersemangat dalam belajar, anak lebih bermotivasi.
Seperti fungsi dan definisi komunikasi, prinsip-prinsip komunikasi juga diuraikan dengan berbagai cara oleh para pakar komunikasi. Mereka ada kalanya menggunakan istilah-istilah lain untuk merujuk pada prinsip-prinsip komunikasi ini. Misalnya, William B. Gudykunst dan Young Yun Kim menyebutkan asumsi-asumsi komunikasi. Prinsip-prinsip komunikasi tersebut pada dasarnya merupakan penjabaran lebih jauh dari definisi atau hakikat komunikasi.
PRISIP 1
Komunikasi Adalah Proses Simbolik
Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti dikatakan Susanne K. Lenger, adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambing. Manusia memang satu-satunya hewan yang menggunakan lambang, dan itulah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya. Ernst Cassirer mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum. Lambang atau symbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang.
PRINSIP 2
Setiap Perilaku Mempunyai Potensi Komunikasi
Kita tidak dapat berkomunikasi (We cannot not communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komunikasi. Alih-alih, komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri.
Cobalah Anda minta seseorang untuk tidak berkomunikasi. Amat sulit baginya untuk berbuat demikian, karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan. Kalau kita tersemyum, ia ditefsirkan bahagia, kalau ia cemberut ia ditafsirkan ngambek. Bahkan ketika kita berdiam diri selalipun, kita mengundurkan diri dari komunikasi dan lalu menyadari, seberapa kita berkomunikasi banyak pesan.
PRINSIP 3
Komunikasi Punya Isi dan Dimensi Hubungan
Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara non verbal. Dimensi isi menunjukkan muatan isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan,
sedangaka dimensi hubungan merujuk kepada insur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut.

PRINSIP 4
Komunikasi Berlangsung dalam Berbagai Tingkat Kesenjangan
Komunikasi dilakukan dalam berbagai tingkat kesenjangan, dari komunikasi yang tidak disengaja sama sekali hingga komunikasi yang benar-benar direncanakan dan disadari. Kesenjangan bukanlah syarat untuk terjadinya komunikasi. Meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita potensial ditafsirkan orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Membatasi komunikasi sebagai proses yang disengaja adalah menganggap komunikasi sebagai instrumen.

PRINSIP 5
Komunikasi Terjadi dalam Konteks Ruang dan Waktu
Makna pesan juga tergantung pada konteks fisik dan ruang sosial, dan psikologis. Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Kehadiran orang lain, sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang-orang yang berkomunikasi. Suasana psikologis peserta komunikasi tidak pelak mempengaruhi juga suasana komunikasi.
PRINSIP 6
Komunikasi Melibatkan Prediksi Peserta Komunikasi
Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan tatakrama. Artinya, orang-orang memilih strategi tertentu berdasrkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespon. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan sering berlangsung cepat.
PRINSIP 7
Komunikasi Bersifat Sistemik
Setiap individu adalah suatu sistem yang hidup. Organ-organ dalam tubuh kita saling berhubungan. Kerusakan pada mata dapat membuat kepala kita pusing. Bahkan unsure diri kita yang bersifat jasmani juga berhubungan dengan unsure kita yang bersifat rohani. Setidaknya dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi itu.
PRINSIP 8
Semakin Mirip Latar Belakang Sosial- budaya Semakin Efektiflah Komunikasi
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya. Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia yang sama persis, meskipun mereka kembar yang dilahirkan dan diasuh dalam sau keluarga yang sama, namun kesamaan dalam hal-hal tertentu, misalnya, agama, ras, suku, bahasa.

PRINSIP 9
Komunikasi Bersifat Prosesual, Dinamis, dan Transaksional
Seperti juga waktu dan eksistensi, komunikasi tidak mempunyai awal dan akhir, melainkan merupakan proses yang sinambung. Bahkan kejadian yang sangat sederhana pun melibatkan rangkaian kejadian yang rumit bila diperdengar memenuhi permintaan tersebut. implimintasi dalam proses komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa peserta komunikasi berubah pengetahuan hingga berubah pandangan.



BAB III
PENUTUP

ü  Kesimpulan
            Manusia tidak dapat terlepas dari komunikasi, dengan arti lain komunikasi ada dimana-mana Seorang anak misalnya diminta menyalakan lampu dengan menekan tombol listrik. Hubungan antara tombol dengan balon lampu juga adalah peristiwa komunikasi. Bahkan dalam diri manusia terdapat peristiwa komunikasi, misalnya bagaimana hubungan antara satu sel dengan sel yang lainnya sehingga manusia bias bernafas, berdiri tegak dan lain sebagainya.
            Didalam dunia pendidikan komunikasi mempunyai peran sangat penting, pendidikan dapat berlangsung efektif dengan dengan adanya komunikasi, bahkan ada yang berpendapat bahwa pendidikan tidak dapat berlangsung tanpa adanya komunikasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita menjadi trampil berkomunikasi, dan mengetahui prinsip-prisip komunikasi baik didalam pendidikan maupu dimasyarakat.







DAFTAR PUSTAKA

M. Yusuf, Pawit, Drs. Komunikasi pendidikan dan komunikasi intruksional.PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1990.
Ike Junita S.Sos., M.Si. Prinsip Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak.
Rawamangun-Jakarta: 1997.
Supratinya,  A Dr. komunikasi Antar Pribadi. Kanisius, Yogyakarta, 1995.